Seperti Yang Saya Mau.

wpid-4b65d6ab8979ce7e00b875646d115bf4.jpg

Seperti mengulang hal yang dulu pernah saya suka. Menulis dan Mengambil Gambar dengan kamera saya.

Dulu dua hal ini adalah teman baik saya di tahun 2010. Kala itu, seratus hari saya komitmen untuk konsisten menulis dan mengambil foto. Setiap hari. Dan masih bisa saya lakukan di tahun berikutnya dan berikutnya. Namun, semua terhenti dengan tenggelamnya saya dalam kerusuhan urusan kantor dan lainnya.

Kali ini, setelah delapan tahun. Saya ingin mencoba kembali berkomitmen untuk konsisten menulis dan mengambil gambar selama 100 hari kedepan.

Walaupun seharusnya hal ini mulai di lakukan sejak 18 September 2018. Tapi, tidak mengapa. Karena saya sudah menyimpan banyak cerita Sejak 18 September 2018 sampai dengan detik saya mulai menulis blog ini lagi (24 September 2018).

Kenapa harus menulis? Karena saya ingin melihat diri saya dalam sebuah cermin. Saya yang akan menceritakan apa yang saya rasa, saya lihat, saya dengar, dan kemudian menjadi pegangan saya dalam mengambil sikap dan keputusan.

Ini bukan tentang orang lain terhadap saya. Atau tentang saya terhadap orang lain.

Tapi ini semua tentang saya. Seperti yang saya Mau.

24 September 2018.

Advertisements

Satu Orang pada satu waktu

.
Waktu berubah dan perubahan itu adalah untuk kebaikan.
.
Walaupun terkadang kehidupan tampaknya berjalan dengan caranya sendiri, hingga kadang kita terbawa arus dan membiarkannya mengalir.
.
Apakah seseorang akan peduli dengan perjalanan itu, atau hanya cukup jadi penonton aliran arus dan menjadi penikmat sebuah kisah satu orang pada satu waktu. .
..

Museum Mandiri, Kota Tua
190618

You know me?

WhatsApp Image 2018-06-18 at 20.32.06

 

Isi terbaru dari kamar goma setelah terakhir di tahun 2016. Entah, rasanya hanya ingin mengetik kata per kata dari banyak hal yang terlintas dalam pikiran akhir-akhir ini.

 

Sampai disini…

 

Entah sudah berapa langkah terlewati, berapa kisah, dan cerita dalam takdir seorang goma,.. hehehe

Mungkin harus berhenti untuk bisa memulai hal yang baru, atau sebaiknya memperbaiki segala kerusakan yang terjadi, walau mungkin harus merasakan beberapa hal yang sudah di coret dalam kamus hidup seorang goma.

Yaa.. Mungkin saya harus beranggapan, mereka mungkin tidak kenal siapa saya?

Jadi, tak akan merubah sesuatu hal dalam hidup mereka pun hidup saya.

 

Biar ini jadi cerita yang menemani perjalanan hidup saya yang singkat ini.

 

Keep Smile…

 

​Karena aku ingin seperti Sayidah Fathimah Zahra AS..

​Karena aku ingin seperti Sayidah Fathimah Zahra AS… 

Mengagumimu dari jauh.

Menghormatimu dalam sikapku.

Menghargaimu dalam tindakanku.

Karna aku ingin seperti Sayidah Fathimah Zahra AS… 

Yang mencintaimu dalam diam.

Merindumu dalam setiap bait doa yang kupinta.

Memintamu dalam setiap percakapanku dengan penguasa hati ini.

Karna aku ingin seperti Sayidah Fathimah Zahra AS… 

Yang menjaga cintanya hingga kamu datang dalam wujud penuh tanggung jawab.

Yang menjaga malunya setiap berhadapan dengan yang bukan haknya.

Yang menjaga kehormatan dirinya dan orang tuanya sampai tiba engkau datang. 

Karena aku ingin seperti Sayidah Fathimah Zahra AS… 

Yang jika tiba waktnya, akan menjadi teman sejatimu seumur hidup, dalam suka maupun duka, dalam Susah maupun senang, dalam kaya maupun miskin.

Cukup Allah ‘Azza wa Jalla yang tau kalau aku memperjuangkanmu dalam setiap doaku.

Cukup Allah ‘Azza wa Jalla yang tau jawaban dari setiap pintaku.
NoTagging. NoMention. NoStalking. NoHastag. NoBaper. NoTalking

Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala…

image

Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata ’seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah‘Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya).

—————-

Dengarlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إحرص على ما ينفعك, واستعن بالله ولا تعجز, فإن أصا بك شيء فلا تقل: لو أني فعلت كذا وكذا لكن كذا وكذا, ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل, فإن (لو) تفتح عمل 

الشيطان

“Berusahalah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan Allah dan janganlah sampai kamu lemah (semangat). Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata ’seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah‘Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya).’ Karena sesungguhnya (kata) ’seandainya’ itu akan mengawali perbuatan syaithan.”

(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (no. 2664).

Tidak ada seorang pun yang dapat bertindak untuk merubah apa yang telah Allah tetapkan untuknya. Maka tidak ada seorang pun juga yang dapat mengurangi sesuatu dari ketentuan-Nya, juga tidak bisa menambahnya, untuk selamanya. Ini adalah perkara yang telah ditetapkan-Nya dan telah selesai penentuannya. Pena telah terangkat dan lembaran telah kering.

Berdalih dengan takdir diperbolehkan ketika mendapati musibah dan cobaan, namun jangan sekali-kali berdalih dengan takdir dalam hal perbuatan dosa dan kesalahan. Setiap manusia tidak boleh memasrahkan diri kepada takdir tanpa melakukan usaha apa pun, karena hal ini akan menyelisihi sunnatullah. Oleh karena itu berusahalah semampunya, kemudian bertawakkallah.

Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

وتوكل على الله ۚ إنه هو السميع العليم

“Dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Anfaal: 61)

ومن يتو كل على الله فهو حسبه

“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.” (Qs. Ath-Thalaq: 3).

Time

image

“Demi Allah, dia tidak datang dengan ketampanan, kecantikan, atau kekayaan. Tapi Allah-lah yang menggerakkannya”.

—————
Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalin kehidupan menuju ridha-Nya, Bersabarlah dengan keistiqamahan.

Demi Allah, dia tidak datang dengan ketampanan, kecantikan, atau kekayaan.

Tapi Allah-lah yang menggerakkannya. Jangan tergesa-gesa untuk mengekspresikan cinta kepada-Nya sebelum Allah mengijinkan.

Belum tentu yang kau cintai itu terbaik untukmu.

Siapa yang lebih mengetahui kecuali Allah?

Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan dekap hati rapat-rapat.

Allah akan menjawab yang lebih indah di waktu yang tepat”.

– From book “Jangan Pernah Menyerah” –